Indahnya Masa Penantian
Posted by dechapoe on Nov 18th, 2011“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya. (HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah.
Alhamdulillah, sobat muda yang dirahmati Allah. Dari uraian hadist di atas semakin jelaslah bahwa segala hal yang berhubungan dengan kesiapan sebelum menikah lebih difokuskan kepada dua hal :
1. Menyegerakan menikah, atau
2. Berpuasa.
Mari kita fokuskan mengapa ada perintah berpuasa di dalam hadist ini :
1. Puasa, mendekatkan diri kita kepada Allah. Segala bentuk pengabdian seorang hamba kepada sang khalik akan lebih khusyuk ketika dia sedang berpuasa. Jiwa, ruhani dan jasmaninya pun lebih siap untuk beribadah kepada Allah. Dengan puasa kita menjaga diri kita dari apa saja yang tidak diridhoi Allah, dan lebih mudah dalam melakukannya. Contohnya menjaga hati, menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga perilaku dan lain-lain. Adakah moment yang lebih mudah menjaga semuanya selain puasa ? tentu tidak. Oleh karena itulah dengan memperbanyak puasa masa menanti kita lebih indah karena digunakan untuk terus menerus mendekatkan diri kepada Allah. Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hambaNya.
Bisa diingat bahwa semakin dekat seorang hamba kepada RabbNya maka semakin kuatlah keyakinannya untuk berani mengambil keputusan menikah. Tidak ada standar usia, harta, jabatan dll, yang ada hanyalah berani atau tidak untuk memutuskan menikah.
2. Puasa, mengajarkan diri kita untuk lebih jujur kepada Allah. “Segala amal Anak Adam (manusia) adalah untuk diri mereka sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untukKu, dan akulah yang memberikan imbalannya.” Alhamdulillah, sobat muda yang dirahmati Allah, adakah yang tahu bohong kita ketika berpuasa atau niat kita ketika puasa ? saya yakin tidak akan ada yang tahu selain diri kita dan Allah saja. Dan sangat sia-sialah kita menegakkan puasa sunnah tapi di dalam puasa tersebut kita senantiasa berbohong kepada Allah. Oleh karenanya puasa adalah media untuk mengasah kejujuran kita. Kejujuran yang lahir bukan karena siapa-siapa tapi karena sadar bahwa ada Dzat Yang Maha Mengetahui isi hati kita, baik yang terucap maupun yang tidak.
Dari puasa inilah kita menata niat, menata hati kita kepada siapa niat menikah itu dilabuhkan, Allah atau selainNya ?saya yakin kita semua akan melabuhkan niat suci kita kepada Allah. Maka penuhilah dengan cara yang baik dan semoga sesuai kaidah yang telah diajarkan olehNya.
3. Puasa, mengajarkan kita untuk sabar. Subhanallah sobat muda, tempaan jiwa yang paling ampun untuk melatih kesabaran adalah berpuasa. Kesabaran menanti sebelum waktunya akan sangat indah ketika ditempuh dengan media puasa tersebut. Bila merasa belum mendapatkan jodoh yang pas, atau masih terkendala dengan permintaan orang tua tentang bibit, bebet, bobot, atau barangkali masih ragu karena persiapan sana-sini yang belum matang maka bersabarlah sambil bermunajat untuk dimudahkan segala urusan oleh Allah SWT. Ada 1000 alasan untuk terus berkhusnudzon kepada Allah, karena kita yakin bahwa tidak ada yang lebih menyayangi kita kecuali Allah SWT.
Subhanallah, Alhamdulillah,Allahu Akbar. Semoga masa penantian lebih indah dengan berpuasa dan terus bertafakkur kepada Allah. Segala kebaikan adalah milih Allah dan segala kekurangan dikembalikan kepada keterbatasan manusia, tempat salah dan khilaf. Wallahu alam
Mutiara hati, oleh :
Akh Vabe Dita Hijratullail
assalamualaikum..slamat akhi..atas terbitnya buku antum….subhanallah perlu sharing ilmu nih?:) …kapan2 kita ketemu ya?
salam ukhuwah..